Rabu, 26 Agustus 2015

CURHATKU...

ketika seseorang merasa dirinya tidak dianggap penting disebuah lingkungan pergaulannya. Perasaan dianggap sebelah mata oleh orang lain yang menjadikan dirinya begitu rendah di mata teman2 sekitarnya.

Kadang kalanya aku pun merasa bahwa aku tidak begitu dipandang sebagai bagian dari sebuah kelompok, aku keluar dan lebih memilih untuk jadi orang yang Individualis karena lebih bebas menggunakan ideku untuk diriku sendiri.

"Lebih penting reputasi semata atau Karakter?"

Reputasi adalah tentang apa yang orang lain tentang kamu. Reputasi biasanya diberikan kepada A, karena si A selalu menampakan dirinya sebagai orang yang pintar ngomonglah, bersuara keraslah dan selalu terlihat sebagai orang yang hebat. Dan aku bukanlah orang yang ingin dieluh - eluhkan dengan penilaian orang lain bahwa aku hebat, karena menurutku reputasi itu cuma tentang apa yang orang bilang.

Karakter adalah tentang bagaimana kamu mengenali diri kamu sendiri, aku mengenali diriku sebagai orang yang pendiam, berbicara di dalam pikiran dan jarang mengutarakan sesuatu secara lisan karena alasan tertentu, misalnya karena buruknya artikulasi vokalku dan sulitnya aku untuk berbicara dengan keras.

Biasanya ketika aku punya ide aku hanya akan mengutarakan ide tersebut kepada orang - orang yang berjenis pendengar yang baik. Ya, kelebihan orang pendiam yang jarang berbicara sepertiku , aku lebih bisa mengenal siapa orang yang sebenarnya yang 'mulutnya dua' sehingga lebih banyak ngomong tapi ga berkualitas, dan siapa yang telinganya benar - benar 'lebih dari duasehingga dia lebih banyak mendengarkan.

Reputasi dan Karakter dua - duanya sama - sama penting. Tapi menurutku akan sangat penting jika seseorang benar - benar memiliki keduanya, bukan cuma memiliki reputasi tapi karakter yang dimiliki orang tersebut sebenarnya hanya sebatas pura - pura yang bukan merupakan sifat aslinya. Di Depan orang banyak ia intelek tapi dibaliknya sebenarnya ia hanya sebatas cari muka belaka, jauh ketika orang - orang ngga ada yang melihatnya dia sebenarnya adalah orang menyimpang.

Bukan hanya berkarakter baik tapi tidak punya reputasi

Di dunia ini menurutku sangat jarang orang yang punya reputasi baik dan juga karakter yang baik. Karena selama ini yang aku perhatikan lebih banyak orang yang nggak punya karakter baik tapi selalu punya reputasi yang baik. Ada pula yang punya karakter yang baik tapi nggak punya reputasi. Si karakter baik ini selalu tidak memiliki kesempatan untuk menonjol karena selalu dikalahkan oleh si karakter pura - pura 'baik' itu.

Menurut Napolen Hill, cara untuk membangun karakter dan reputasi seimbang adalah dengan tidak mempermalukan diri kita sendiri. Yaitu membangun sifat malu jika diri kita melakukan sesuatu yang sangat terlarang seperti berbohong, menipu, mencuri dan berbuat yang nggak - nggak.

"Lakukanlah hal yang benar karena kita menilai itu baik bukan karena ingin dipuji orang lain.

Salam dari orang yang nggak dianggap penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar